Apartment Mutiara Bekasi

April 22, 2009 - Leave a Response

Apartment Mutiara Bekasi

Bagi yang menginginkan gaya hidup vertikal untuk daerah Bekasi maka Mutiara Bekasi merupakan hunian yang tepat untuk anda. Apartemen Mutiara Bekasi memiliki lokasi yang sangat strategis. 300 m ke pintu tol Bekasi Barat , 600 m ke Giant, 400 m ke Metropolitan Mal, 800 ke carefoor dan 700 m ke Cyber Park Mal.

Apartemen Mutiara Bekasi memiliki beberapa fasilitas pendukung, diantaranya yakni :
1. Kolam renang
2. Pusat kebugaran
3. Listrik
4. Mini market
5. ATM & Bank
6. Apotik
7. Kafe
8. Laundry
9. 24 hour security system

Saat ini apartment Mutiara Bekasi dalam proses pengeringan Bored Pile.

Makett Mutiara Bekasi

Semua Unit Mempunyai View Lepas

Apartemen ini memiliki 3 tipe unit yang dijual yakni : tipe studio, 2 bed room dan tipe 3 bed room.
Segera kunjungi show unit untuk informasi lebih lanjut.

IWAN

081908882205

Rusunami Pun Salah Sasaran

August 25, 2008 - Leave a Response

Rusunami (rumah susun sederhana milik) harusnya diperuntukkan bagi kelompok berpenghasilan maksimal Rp 4,5 juta per bulan yang belum punya tempat tinggal. Sejak awal, hunian jenis ini memang diharapkan jadi solusi bagi warga kota besar. Pemerintah pun memberikan subsidi sehingga harga jualnya tak lebih dari Rp 144 juta per unit.

Tapi, dalam perkembangannya, rusunami malah jadi sebuah instrumen investasi yang menarik bagi para pemilik duit. Warga yang seharusnya berhak memilikinya kalah gesit dibandingkan para pemburu rente ini.

Ketika warga yang berhak membeli masih pikir-pikir apakah pendapatannya cukup untuk menyicil rumah impiannya, orang kaya dengan cepat bereaksi mengeluarkan dananya untuk berinvestasi dengan modal murah. Dalam sekejap, mereka bakal meraup untung.

Mereka bisa membeli apartemen dengan harga murah dan beberapa saat kemudian menjualnya dengan harga tinggi. Bahkan, bisa jadi mereka main mata dengan pihak pengembang untuk kemudian rusuna yang sudah didapat dijual lagi.

Ada rusunami yang belum ditempati atau bahkan belum mulai dibangun bisa dijual lagi dengan harga di atas Rp 200 juta untuk unit berukuran 36 meter persegi. Jauh lebih tinggi dibandingkan harga dasar Rp 144 juta.

Sebenarnya, gejala seperti ini terjadi sejak lama. Sebutlah dalam proyek rumah susun sewa sederhana sewa (rusunawa) di Kemayoran dan Cengkareng. Kini, pemilik rusunawa itu beralih hak sewanya ke pihak lain.

Tak heran jika penjualan rusunami bak kacang goreng. Salah satu faktornya adalah ramainya para investor properti ini. Beberapa apartemen bersubsidi yang dilepas ke pasar seperti Gading Nias Residences di Jakarta Utara, Eastpark di Jakarta Timur, Gateway di Ciledug, dan Taman Modern di Tangerang telah berhasil terjual 88%. Dalam waktu cepat tak lebih dari tiga bulan, hunian jenis ini ludes terjual.

Pada sebuah gelaran penawaran rusunami yang dibangun di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, peminat terpaksa antre. Seorang peminat bisa mem-booking lebih dari dua unit apartemen. Meski pembelian harus dilakukan tanpa perantara, banyak celah bisa dilakukan, termasuk menggunakan jasa joki.

Dalam sebuah riset, Procon Indah mengungkapkan, pembeli rusunami untuk investasi mencapai 20-40% dari keseluruhan pembeli proyek apartemen bersubsidi itu.

Pemerintah sebenarnya sudah berusaha membatasi aksi investor properti ini. Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Yusuf Asy`ari baru-baru ini mengatakan, pemerintah sudah memperketat persyaratan administratif bagi calon pemilik rusuna. Salah satu aturannya, tidak boleh memindahtangankan rusunami minimal dalam lima tahun.

“Jika itu terjadi dan ketahuan, pemilik harus mengembalikan subsidi dan pajak yang telah dibebaskan,” kata Yususf. Proses seleksi administratif dilakukan dengan ketat melalui proses Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

Tapi, aturan yang sudah ada harus diberlakukan lebih ketat. Sebab, di negeri ini, semua celah dicari demi mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Konsistensi menjalankan aturan dari berbagai tingkatan mulai pengembang hingga perbankan jadi keharusan agar penjualan rusunami tak salah sasaran.

Diperlukan kejujuran dan keterbukaan dari semua pihak agar program mulia bagi warga berpenghasilan minim ini terlaksana dengan baik. [I3]

Ditulis oleh M Dindien Ridhotulloh ( Inilah.com )

Cara Memilih Apartemen

August 23, 2008 - Leave a Response

Jika anda mempunyai uang lebih, tidak ada salahnya jika anda menginvestasikan uang anda dalam bentuk apartment mengingat apartment yang baik memiliki kenaikan harga yang cukup fantastis setiap tahunnya. Berikut tips untuk memilih apartment.

Lokasi Apartment
Seperti hukum properti umumnya, nomor 1 adalah lokasi, no 2 adalah lokasi, no 3 adalah lokasi. Pilihan apartment di lokasi yang strategis, atau setidak mempunyai akses yang baik terutama dari pusat bisnis seperti perbankan, pusat perdagangan, hotel dan sarana hiburan. Semakin dekat akses ke pusat bisnis maka potensi kenaikan harganya semakin tinggi.

Pengelolaan Apartment
Pengelola apartment harus memiliki reputasi terbaik. Beberapa pengelola kaliber Internasional menjadi jaminan kesuksesan pemasaran apartemen dan kenaikan nilai investasinya. Pilihlah pengelola yang mempunyai jaringan internasional sehingga bisa mendatangkan ekspatriat ke apartment anda sehingga nilai sewanya lebih cepat meningkat

Status Tanah
Pilihlah apartment dengan status tanah hak milik. Investasi anda akan sangat-sangat aman bila berada di tanah berstatus hak milik. Beberapa proyek apartment yang berada di tanah dengan status sewa lahan atau malah lahan sengketa membuat pembangunan apartment terhambat bahkan batal dibangun gara-gara konflik lahan.

Sistem Kepemilikan Rumah Susun

August 23, 2008 - Leave a Response

Perbedaan prinsip antara rumah biasa (Single House) dengan Apartemen yang dalam Undang-Undang No. 16 Tahun 1985 disebut Rumah Susun adalah tentang kepemilikan dan pengelolaannya. Sistem kepemilikan Rumah Susun dikenal adanya kepemilikan.

A. Kepemilikan

Jika Anda membeli unit satuan Rumah Susun (sarusun) memiliki dua jenis Hak/Kepemilikan yaitu:

  • Kepemilikan Bersama, yang dimiliki secara bersama-sama secara proporsional dengan para pemilik lainnya pada Rumah Susun tersebut, yang terdiri dari :
  • Tanah bersama, adalah sebidang tanah yang digunakan atas dasar hak bersama secara tidak terpisah yang diatasnya berdiri Rumah Susun dan ditetapkan batasnya dalam persyaratan izin bangunan. Yang dapat dijadikan tanah bersama dalam pembangunan rumah susun adalah tanah-tanah yang berstatus/bersertifikat hak milik, HGB atau hak pakai. Mengingat penyelenggara pembangunan (pengembang) berbadan hukum, maka tanah bersama itu akan bersertifikat induk HGB, yang nantinya HGB tersebut tidak dipecah tetapi akan diberi keterangan bahwa HGB tersebut telah melahirkan beberapa sertifikat hak milik satuan Rumah Susun (SHM Sarusun) dan tidak dapat dialihkan atau dijaminkan.
  • Bagian bersama, adalah bagian Rumah Susun (melekat pada struktur bangunan ) yang dimiliki secara tidak terpisah untuk pemakaian bersama dalam satu kesatuan Fungsi dengan satuan Rumah Susun. Contoh, fondasi, atap, lobi, lift, saluran air, jaringan listrik, gas, dan telekomunikasi.
  • Benda bersama, adalah benda yang bukan merupakan bagian Rumah Susun (tidak melekat pada struktur bangunan), tetapi dimiliki bersama secara tidak terpisah untuk pemakaian bersama. Contoh, tanah, tempat parkir, kolam renang yang di luar struktur, dan lain-lain.
  • Kepemilikan Perseorangan, adalah hak kepemilikan atas unit Sarusun ruangan dalam bentuk geometrik tiga dimensi yang dibatasi oleh dinding dan digunakan secara terpisah atau tidak secara bersama-sama. Adapun dinding yang menopang struktur bangunan merupakan bagian bersama, hak ini akan tergambar dalam pertelaan Rumah Susun tersebut dan luas/ukuran unit sarusun akan diuraikan dalam SHM sarusun-nya. Pada poin ini, Anda harus berhati-hati karena untuk pre-project selling luas ukuran belum diketahui secara pasti.

B. Pengelolaan

Menurut peraturan perundangan, para pihak yang terlibat dalam pembangunan dan pengelolaan Rumah Susun adalah:

  1. Penyelenggaraan pembangunan, dalam hal ini Pengembang;
  2. Perhimpunan penghuni, yang akan dibentuk para penghuni (owner unit) dengan dibantu oleh penyelenggara pembangunan dan dituangkan dalam suatu Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang wajib dipatuhi oleh para penghuni/pemilik;
  3. Badan Pengelola, yang akan ditunjuk oleh perhimpunan penghuni untuk mengelola Rumah Susun tersebut dengan upah dan biaya-biaya yang akan disetujui oleh Rapat Umum Anggota Perhimpunan penghuni. Badan pengelola ini dapat saja dibentuk oleh perhimpunan sendiri, tetapi lazimnya pengelolaan diserahkan kepada Properti manajemen yang profesional;
  4. Penghuni, dalam hal ini para pemilik unit sarusun yang akan menjadi anggota Perhimpunan Penghuni dan memiliki hak suara dalam menentukan jalannya pengelolaan.

Konsekuensi dari adanya hak bersama, tentunya ada pula kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mengoperasikan benda-benda/bagian-bagian bersama tersebut. Oleh karenanya, kewajiban para penghuni untuk menanggung biaya yang meliputi:

  1. Biaya Pengelolaan (Service Charge), sebaiknya nilainya ditentukan di muka oleh pengembang dan dicantumkan dalam PPJB. Nantinya dapat berubah sesuai dengan kebutuhan setelah Perhimpunan Penghuni definitif terbentuk, Dipergunakan oleh Badan Pengelola untuk mengoperasikan Rumah Susun tersebut, termasuk untuk membayar gaji-gaji pegawai Badan Pengelola;
  2. Dana Cadangan (Sinking Fund), yang akan dipergunakan untuk perbaikan-perbaikan besar Rumah Susun. Contoh, pengecatan (re-painting), lift atau penggantian/up grade M/E, dan lain-lain;
  3. Rekening-rekening, dibayarkan untuk penggunaan masing-masing unit, meliputi listrik, air, dan telepon.

Hal-hal semacam di atas tidak dikenal dalam kepemilikan/pengelolaan Single House. Yang perlu diperhatikan dalam memilih untuk membeli Apartemen, di antaranya:

  • Lokasi, apakah cukup prospektif atau berkembang sehingga masih berpeluang untuk adanya kenaikan harga? (Jika Anda ingin berinvestasi);
  • Bukti kepemilikan tanah oleh pengembang harus sudah ada pada saat dipasarkan;
  • Izin lokasi (SIPPT jika di DKI Jakarta) untuk memastikan peruntukan tanahnya agar izin-izin lainnya dipastikan dapat diterbitkan oleh instansi yang berwenang;
  • Bonafiditas, pengembang termasuk pengalaman pengembang beserta tim konsultannya, untuk meyakinkan Anda bahwa proyek Apartemen itu tidak asal jadi;
  • Draft perjanjian. Mintalah draft PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) pada saat Anda membayar angsuran I. Pelajari dengan teliti hal-hal yang dapat merugikan Anda, khususnya luas ukuran unit, tanggal serah terima, denda keterlambatan, spesifikasi, serta pemutusan sepihak.

Jika terdapat hal-hal yang kurang cocok, dapat dinegosiasikan dengan pengembang.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.